Total Tayangan Halaman

Senin, 19 Juli 2010

2 TERORIS DI TANGKAP DI SRAGEN & INDRAMAYU

Senin, 19/07/2010 21:12 WIB
Densus 88 Kembali Tangkap 2 Tersangka Teroris
Aprizal Rahmatullah - detikNews


Ilustrasi
Jakarta - Dua tersangka teroris berhasil ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Keduanya ditangkap di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Tersangka pertama bernama Warsito alias Abu Hasbi alias Tongji alias Yamin. Warsito ditangkap di Indramayu pada Minggu (18/7) pagi.

"Ia diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme dengan cara memerintahkan jemaah pengajiannya untuk mengikuti pelatihan militer di Aceh," kata Wakadivhumas Mabes Polri Brigjen Pol Zainuri Lubis kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (19/7/2010).

Barang bukti yang disita dari tersangka Warsito antara lain senjata api jenis AR 15 dan ribuan amunisi. "Saat ini diamankan Densus 88," jelasnya.

Sementara, tersangka kedua bernama Muarifin alias Arifin. Muarifin ditangkap Densus di Dusun Ngledok, Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Muarifin sehari-hari berprofesi sebagai pedagang.

"Tersangka menitipkan satu pucuk senjata api AR 15 berikut magazen dan peluru kepada Joko Purwanto alias Joko (tersangka teroris yang ditangkap di Aceh)," imbuh Zainuri.

Zainuri menambahkan, dari tangan tersangka disita satu pucuk senjata api jenis AR 15, 3 magazen M16, 84 butir peluru kaliber 5,56 mm, 50 butir peluru kaliber 38.

"Terhadap tersangka akan dilakukan pemeriksaan secara intensif selama 7 X 24 jam," tandasnya.
(ape/irw)

Harga Sembako Meroket

Bisnis Hari Ini / Ekonomi / Selasa, 13 Juli 2010 15:10 WIB

Metrotvnews.com, Lampung: Harga bahan kebutuhan pokok diberbagai daerah terus mengalami kenaikan akibat meningkatnya permintaan sementara stok berang terbatas akibat cuaca buruk.

Para pedagang di Pasar Induk Tamin Bandar Lampung mengeluhkan kebaikan sejumlah bahan pokok.

Kenaikan harga terjadi pada sejumlah sayuran seperti cabe merah, bawang merah, tomat dan kol sudah berlangsung sejak dua pekan lalu. Kenaikan berkisar 10 hingga 20 persen.

Meski demikian para pedagang memperkirakan harga sayuran akan cenderung turun menjelang bulan puasa nanti.

Sementara di Pasar Legi Blitar, Jawa Tmur jumlah pembeli yang berbelanja makin berkurang setiap harinya, akibat harga bahan pokok yang terus naik. Harga cabe yang sebelumnya Rp 30 ribu kini naik menjadi Rp 42 ribu per kilogram. Begitu pula dengan bawang merah yang naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 14 ribu per kilogram.

Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Terong Makassar, Sulawesi Selatan. Selain cabe merah dan bawang merah, komoditas lain yang harganya meningkat adalah beras. Para pedagang menjual beras kepala seharga Rp 66 ribu per lima kilogram. Kenaikan harga beras ini diperkirakan akibat bertambahnya biaya produksi giling sebagai imbas kenaikan tarif dasar listrik.(RIE)

DI GREBEK ; tempat penyuntikan tabung gas

Senin, 19/07/2010 14:43 WIB
Pabrik Penyuntikan Tabung Gas di Pesanggrahan Digerebek
Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta - Bisnis gas memang menggiurkan. Karena itu pedagang nakal sering mengakalinya dengan mengurangi isi tabung. Misalnya yang terjadi diPesanggrahan, Jakarta Selatan. Polisi pun menggerebeknya.

"Ya ada (penggerebekan), tapi masih menunggu laporannya. Sepertinya tempat penyuntikan," kata Wakapolres Jakarta Barat AKBP Aan Suhana saat dihubungi detikcom, Senin (19/7/2010).

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Tony Suryo Putra mengatakan, ada beberapa tabung yang disita polisi. Barang bukti yang disita yakni 474 tabung gas 12 kg, 211 tabung gas yang masih kosong tapi siap isi, 235 tabung yang sudah siap dikirim dengan isi yang berbeda-beda.

"Jadi tabung 12 kg dikurangi 1-2 kg. Lalu dimasukkan lagi ke tabung 12 kg," jelasnya.

Dari penggerebekan tersebut, ada 12 pelaku yang diamankan polisi. Satu di antaranya adalah pemilik pabrik bernama Yanto. "Pelaku sementara diamankan dan belum semua diselidiki. Nanti dari sini dikembangkan lagi," ungkapnya.

(gus/nrl)

KORBAN LEDAKAN GAS ; BOYONGAN KE RUMAH PRESIDENT

Senin, 19/07/2010 14:56 WIB
Ibu Boyong Balita Korban Ledakan Gas Bertemu Presiden
Luhur Hertanto - detikNews


Susi dan anaknya (Luhur/ detikcom)
Jakarta - Pepatah bijak kasih ibu sepanjang jalan tetap berlaku bagi korban ledakan tabung gas. Susi Hariani asal Bojonegoro nekat ke Istana Negara buat minta bantuan untuk pemulihan anaknya.

Ibu usia awal 30 tahun tersebut tiba di Istana sekitar pukul 13.30 WIB, Senin (19/7/2010). Dia mengendong anak lelakinya, Ido (4th), yang menderita luka bakar di bagian muka hingga kaki.

"Saya mau ketemu presiden. Saya mau minta tolong bantuan operasi pemulihan anak saya," ujar Susi kepada wartawan yang menemuinya di tempat parkir sepeda motor.

Susi lalu menuturkan, musibah akibat ledakan tabung gas bocor terjadi pada 24 Maret 2010 dini hari. Waktu itu dia hendak menyiapkan sarapan dan tidak sadar bahwa terjadi kebocoran gas.

Ketika menyalakan kompor, seketika api berkobar dan membakar lengan serta kakinya. Malang bagi Ridho Januar alias Ido, balita yang sedang terlelap tersebut tersambar api mulai dari muka hingga kakinya.

Pengobatan awal telah ditangani oleh Pemprov Jawa Timur. Keluarga buruh itu tidak mengeluarkan uang seseper pun untuk biaya pengobatan.

"Tapi kasihan anak saya, mukanya jadi rusak. Ayahnya sedang urus buat jamkesnas, kalau nggak tembus ya kami gak kuat biayai," isak Susi.

Sejauh ini Susi dan Ido belum mendapat kepastian apakah akan mendapatkan bantuan dari Presiden SBY. Jubir Kepresidenan Julian Ardian Pasha yang dihubungi lewat telepon memastikan Susi dan Ido akan
diterima oleh Pertamina untuk masalah bantuan pengobatan.

"Saya sudah koordinasi dengan Mensesneg, mereka akan diterima oleh Pertamina," ujar Julian.

(lh/gah)


Minggu, 18 Juli 2010

DI PERTANYAKAN ;konsep pembangunan mal

Senin, 19/07/2010 10:57 WIB
Konsep Pembangunan Mal Pemprov DKI Dipertanyakan
Laurencius Simanjuntak - detikNews

Jakarta - Rencana pembangunan mal di Taman Ria Senayan memicu pertanyaan tentang konsep pembangunan mal yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta. Rencana mal di Taman Ria Senayan menunjukkan betapa kacaunya konsep pembangunan mal di ibukota.

"Ada nggak sih konsep pemerintah untuk mal? Ini di mana saja boleh bikin mal," kata pengamat tata kota dari Universitas Tarumanegara, Suryono Herlambang, saat dihubungi detikcom, Senin (19/7/2010).

Suryono menilai, pemberian izin mendirikan bangunan (IMB) oleh Pemprov DKI untuk pembangunan mal di Taman Ria Senayan menujukkan kotradiksi tentang ruang hijau.

"Pemprov bilang kita butuh ruang hijau, tapi izin pembangunan itu ada. Itu kontradiksi," kata dia.

Ia menjelaskan, konsep pembangunan kawasan Senayan oleh Presiden Soekarno, arsitek Gelora Bung Karno, adalah untuk pusat kegiatan publik. Karenanya, pembangunan mal di kawasan dengan luas 300-400 hektar itu bisa menyalahi konsepsi awal.

"Era Soekarno itu buat central park, buat civic activity," jelas dia.
(lrn/fay)

Anak Osama Bin Laden Ingin Kencani Drew Barrymore

    Omar bin Laden, putra dari pemimpin gerakan al-Qaeda Osama bin Laden, mengatakan bahwa dirinya ingin mengencani aktris Drew Barrymore yang disebutnya aktris paling cantik.
Pria 29 tahun yang baru-baru ini berpisah dengan Istrinya Zaina, nenek yang lebih tua 25 tahun darinya dan telah enam kali menikah, mengatakan bahwa dirinya ingin berkencan dengan Drew Barrymore, 35, karena ia kini sudah menjadi pria lajang Baca selebihnya »

Jumat, 16 Juli 2010

HARGA SEMBAKO MENGGILA

Kenaikan Harga
Pemerintah Jangan Cuma Jadi Pemadam Kebakaran
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Sabtu, 17 Juli 2010 | 10:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat ekonomi Hendri Saparini mendesak pemerintah untuk segera menyusun strategi antisipasi dan respon terhadap kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok daripada hanya giat melakukan operasi pasar.

Pasalnya, momen seasonal di bulan Agustus dan September berpotensi besar mengerek kembali inflasi harga barang kebutuhan pokok. "Di Agustus, kita akan menghadapi tekanan lain, yaitu demand. Sampai dengan Juni, inflasi bahan makanan sudah 10,27 persen. Artinya kalau terus berlanjut di Agustus-September yang sudah pasti karena seasonal, jadi perlu strategi antisipasi dan respon. Tidak sekedar operasi pasar, itu kan cakupannya terbatas," ungkapnya dalam diskusi mingguan Polemik bertajuk 'Sembako Melejit, Rakyat Menjerit' di Warung Daun Cikini, Sabtu (17/6/2010).

Hendri mengakui bahwa dua bulan terakhir memang inflasi harga bahan makanan, terutama beras dan cabai merah, memang dipengaruhi oleh faktor cuaca yang tidak menentu.

Namun, bukan tak mungkin jika harganya terus meningkat pada dua bulan ke depan. Menurutnya, pemerintah harus melakukan sesuatu yang preventif daripada sekedar menjadi pemadam kebakaran, bersikap setelah peristiwa terjadi.

Hendri juga melihat pemerintah cenderung melakukan simplifikasi. Ketika cabai langka di pasaran, diganti dengan jahe. Padahal, lanjutnya, cabai merah merupakan komoditas yang sangat penting di Indonesia. "Cabai itu bagi Indonesia lauk utama, ada beras, sambel. Beres," tandasnya. 
Editor: acandra Dibaca : 235
Sent from Indosat BlackBerry powered by