Total Tayangan Halaman
Senin, 25 April 2011
DI PASARKAN......!! SEGERA......!! HARMONY MALL SRAGEN
FULL FASILITAS
1.TEMPAT STRATEGIS
2.FULL AC
3.LIFT CAPSUL
4.ESKALATOR
5.DESAIN EXCLUSIVE
6.CCTV
7.BAGUNAN 7 LANTAI ( + BASEMANT )
Jumat, 01 April 2011
BALADA KREDIT,RAYUAN MAUT (saat menawari),GALAK saat menagih !!
Ilustrasi
Berita Terkait
- Jumat, 01/04/2011 17:13 WIB
Kalau Tak Punya Uang Jangan Bikin Kartu Kredit, Apalagi untuk Gaya - Jumat, 01/04/2011 16:19 WIB
Debt Collector Lebih Suka Dipanggil Karyawan Jasa Penagih - Jumat, 01/04/2011 16:17 WIB
Aturan Praktik Penagihan Utang di Indonesia vs AS - Jumat, 01/04/2011 15:27 WIB
PT Bareta: Debt Collector Hanya Marah Semarahnya Saja Bila Nasabah Bandel - Jumat, 01/04/2011 14:32 WIB
Citibank Bisa Dimintakan Tangung Jawab Atas Kematian Sekjen PPB
Selengkapnya
Demikian dikeluhkan para pembaca detikcom yang memiliki pengalaman tidak mengenakkan saat menghadapi penagih utang (debt collector) kartu kredit dari bank.
"Karena rayuan maut dari sales, adik saya mengambil KTA dari bank. Mulanya adik saya membayar dengan jumlah dan waktu yang tepat, tapi sedikit tersendat ketika kontrak kerjanya tidak diperpanjang oleh perusahaannya," ujar pembaca detikcom, Dian Lestari melalui email, Jumat (1/4/2011).
Sisa utang yang tinggal 50 persen, tetap dibayar adik Dian kendati tidak penuh. Saat itulah keluarga Dian mulai diteror oleh penagih utang. Setiap menelepon, penagih utang itu mengeluarkan kata-kata kasar siapa pun yang menerima telepon itu.
"Setiap menelepon mereka selalu memaki-maki ibu saya dengan, 'Enak lo ya makan duit orang, gak pake bayar'. Padahal ibu saya bilang saya tidak pernah dibagi uang itu. Atau
'Siap-siap ya Bu, angkat kaki dari rumah, karena rumah ini akan disita,'" jelas Dian.
Ulah penagih utang itu membuat kambuh sakit darah tinggi ayah Dian, dan ibunya selalu sakit perut saat menerima telepon. Selain menagih ke rumah, penagih utang itu juga menagih ke kantor.
"Mereka tidak pandang bulu, siapa pun yang mengangkat, bukan yang bersangkutan pun lansung dikatain binatang, dibilang ngumpetin teman, padahal sudah pindah kantor sampai dikirimi fax 100 lembar per hari, sadiiss," keluh Dian.
Lain lagi dengan Petrus AR, yang pernah menjadi direksi perusahaan pembuatan bahan kimia di kawasan Mangga Dua Raya. Selama 5 tahun bekerja di perusahaan itu, dia trauma menghadapi penagih utang. Pasalnya, utang Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan kartu kredit itu adalah utang karyawannya yang sudah tidak lagi bekerja di situ.
"Dengan seenaknya debt collector mengeluarkan kata-kata kotor dan tidak manusiawi, setiap hari operator telepon perusahaan kami menangis setelah menerima telepon dari debt collector dari berbagai bank," jelas Petrus melalui email.
Padahal, saat proses aplikasi KTA dan kartu kredit, biasanya pihak bank tak melakukan konfirmasi pada kantor tempat nasabah bekerja.
"Proses pinjaman kartu kredit dan KTA, biasanya pihak bank memburu nasabah dengan sangat-sangat agresif tidak pernah melibatkan perusahaan kami. Dengan foto kopi KTP, kartu kredit dan kopi slip gaji, mereka sudah dapat mengajukan pinjaman. Dalam ini kami tidak pernah mengeluarkan surat keterangan atau jaminan terhadap karyawan kami," jelasnya.
BI Diminta Buka Mata
Sementara pembaca lain Heroe Wibowo Nugroho mengatakan bahwa cerita-cerita seputar debt collector, sebenarnya sudah banyak terjadi. Namun 'teroris' yang sesungguhnya, imbuh Heroe, adalah desk call yang ada di bank, yang bertugas menelepon ke rumah, HP sampai telepon tetangga.
Dia meminta bank sentral untuk membuka mata. "Kenapa sih Bank Indonesia masih menutup mata untuk semua ini? Apakah harus menunggu korban berjatuhan lagi? Atur dong dengan segala dan sepenuh kewenangannya, melalui undang-undang salah satunya," ujar Heroe.
Tapi menurut salah satu debt collector, imbuhnya, justru pengemplang-pengemplang besar tidak tersentuh debt collector, karena ada kongkalikong antara nasabah, bank dan debt collector.
"Dan saya yakin kalau Bank Indonesia mau bertindak pasti bisa dihindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dan sebenarnya pengemplang itu jauh lebih besar nilai uangnya dibanding dengan nasabah-nasabah yang baik dan kooperatif. Saat inilah waktu yang tepat untuk mengatur bank-bank jahat dan debt collector dalam bentuk undang-undang," tuturnya.
Petrus pun memiliki harapan yang senada. "Harapan kami dengan adanya kontrol dan pemberitaan dari detik.Com secara berturut-turut dapat membuka mata dan telinga pemerintah RI, besar harapan kami bank asing, bank nasional dan apalagi bank pemerintah tidak mempekerjaan debt collector yang kasar (tidak berpendidikan), bengis, kejam. apa bedanya antara teroris dengan debt collector yang kejam?" tandasnya.
(nwk/nrl)
DI CARI....!! JUMPER FUKUSHIMA,HONOR 45 juta/JAM
Fukushima
Tokyo Electric Power Co (TEPCO) terus merekrut orang-orang yang mau dijadikan peloncat. Istilah ini dipakai karena orang tersebut harus loncat ke pusat reaktor nuklir dan berlari sekencang-kencangnya.
"Pompa itu bisa dioperasikan dari generator terpisah, namun seseorang harus membawa salah satu ujung pompa ke air dan memasukannya ke dalam, lalu dia harus lari," ucap salah seorang petugas TEPCO, seperti diberitakan reuters, Sabtu (2/4/2011).
Meski honornya cukup besar, risiko yang dihadapi pun setimpal. Seorang jumper bisa saja terkena radiasi serius hingga menyebabkan gangguan pada kesehatannya.
"Sejujurnya saya fikir itu adalah pekerjaan impian, tapi istri saya langsung menangis dan menghentikan keinginan saya untuk mendaftar. Jadi saya menolaknya," ucap salah seorang pekerja berusia 30 tahun.
"Waktu kerjanya mungkin hanya kurang dari sejam, jadi faktanya saya mendapat 200.000 yen untuk sejam, tapi risikonya terlalu besar," ucap pekerja lainnya.
"Saya dengar, orang yang berusia 50 tahun ke atas dibayar jauh lebih tinggi. Tapi saya masih muda, dan radiasi menakutkan saya. Saya tak mau bekerja di PLTN lagi," ucap Fujita, salah seorang warga Tokyo berusia 26 tahun.
(mad/mad)
Selasa, 29 Maret 2011
Kisruh PSSI, Andi Mallarangeng Vs Nurdin Halid
- 'Ada Kesengajaan Agar Kongres di Pekanbaru Kacau & Batal' Dugaan bahwa pembatalan Kongres di Pekanbaru sengaja dibatalkan PSSI pssi">kembali mencuat.
Selasa, 29/03/2011 22:44 WIB - www.detiksport.com
- Komite Pemilihan Tetap Bersiap Gelar Kongres Pemerintah sudah tidak mengakui kepengurusan PSSI saat ini. Tetapi Komite Pemilihan yang lahir dalam Kongres PSSI di Pekanbaru tetap bekerja menggelar persiapan menuju Kongres Pemilihan untuk periode mendatang. "Komite pemilihan tetap akan bekerja.
Selasa, 29/03/2011 22:27 WIB - www.detiksport.com
- NH Sempat Berencana Tak Mau Dicalonkan Lagi Dalam kongres PSSI di Pekanbaru, Nurdin Halid sempat berencana menyatakan ketidaksediaannya untuk dicalonkan kembali menjadi ketua umum PSSI. Namun, karena kekhawatiran akan kondisi keamanan, rencana itu batal. Hal ini terungkap dalam dialog di Metro TV , Selasa (29/3/2011) petang.
Selasa, 29/03/2011 20:30 WIB - www.detiksport.com
- Polri Tunggu Laporan Dugaan Kebohongan PSSI Soal FIFA Mabes Polri belum berencana menyelidiki dugaan kebohongan yang dilakukan PSSI mengenai delegasi FIFA dalam kongres di Pekanbaru. Bila masyarakat ada yang merasa dirugikan PSSI, dipersilahkan untuk mengajukan laporannya. “Ya kalau ada yang dirugikan bisa ditindak.
Selasa, 29/03/2011 19:54 WIB - www.detiknews.com
- Undang FIFA untuk Tuntaskan Kemelut PSSI Meski sudah tidak diakui oleh pemerintah, Nurdin Halid bersikeras untuk tetap duduk di kursi nomor satu PSSI. Untuk benar-benar menuntaskan kemelut tersebut, cara terbaik adalah mengundang FIFA bertemu dengan KONI dan Menpora. Menanggapi pernyataan Menpora Andi Mallarangeng yang memutuskan tidak mengakui lagi kepemimpinannya di PSSI, Nurdin Halid mengeluarkan reaksi keras.
Selasa, 29/03/2011 19:49 WIB - www.detiksport.com
Minggu, 06 Maret 2011
Dubes RI di Swiss: Nurdin Halid Bohong
TEMPO Interaktif, Jakarta - Duta Besar Republik Indonesia di Swiss, Djoko Susilo, menyatakan Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Nurdin Halid selama ini telah melakukan kebohongan ke publik.
Berita terkait
Djoko mengatakan kebohongan yang dimaksud yaitu FIFA pada Juni 2007 lalu sebenarnya sudah melarang Nurdin menjadi Ketua Umum PSSI karena sudah pernah diputuskan bersalah oleh pengadilan dan dihukum. FIFA dalam suratnya ke PSSI juga meminta PSSI harus melakukan pemilihan ulang Ketua Umum PSSI.
"Tapi Nurdin dan petinggi PSSI lainnya menyembunyikan isi surat FIFA itu dan tetap menjabat hingga sekarang. Ini tindakan kebohongan, ini sudah kriminal sebenarnya," kata Djoko kepada Tempo, Kamis (3/3).
Dengan isi surat FIFA yang seperti itu, kata Djoko, seharusnya pengurus PSSI sekarang tidak sah atau telah dianulir FIFA sejak 2007. "Seharusnya kan ada pemilihan ulang, tapi PSSI tidak melakukan itu tahun 2007 lalu," ujarnya.
Djoko mengatakan dengan terkuaknya kebohongan PSSI ini, seharusnya Nurdin dan Nugraha Besoes bisa digugat. "Mereka sudah tahu ada surat FIFA Juni 2007 yang isinya seperti itu, tapi kenapa didiamkan, tidak dilaksanakan? Kenapa pengurus PSSI menyembunyikan adanya perintah pemilihan ulang? Pemilihan 2007 itu tidak sah," kata Djoko.
Menurut Djoko, FIFA selama ini hanya mendapat informasi sepihak dari PSSI saja mengenai sepak bola di Tanah Air dan segala permasalahannya. FIFA tidak pernah mendengar informasi dari pihak lain. "Pantas saja orang-orang PSSI kalau ke Zurich (Markas FIFA di Swiss) selama ini tidak berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Swiss. Jadi seperti ada yang mereka tutupi, tidak seperti pengurus cabang olahraga lainnya yang koordinasi dengan kami," ujarnya.
Djoko mengatakan pekan depan ia sudah menjadwalkan bertemu dengan Presiden FIFA Sepp Blatter untuk mengadukan Nurdin cs atas perbuatannya selama ini. "Saya setuju dengan Menpora untuk meluruskan penyimpangan di tubuh PSSI, ini bukan intervensi pemerintah," kata Djoko.
BASUKI RAHMAT
Jumat, 25 Februari 2011
LOMBA MEWARNAI tingkat TK seKOTA SRAGEN
Dalam rangka memperingati hari GIZI NASIONAL HARMONY market bekerja sama dengan BRI britama JUNIO dan andec BONEETO mengadakan lomba mewarnai tingkat tk sekota sragen dengan hadiah PIALA + PIAGAM + VOUCHER BELANJA .pelaksanaan lomba dilaksanakan pada tanggal hari minggu 27 february 2011 bertempat di HARMONY MALL SRAGEN jln raya sukowati no 624 beloran sragen telp 0271893555.dan bagi para peserta yang belum mendaftar bisa mendaftar di panitia pada hari minggu 27 february 2011 sebelum jam 09.00 (pagi).
Senin, 21 Februari 2011
Genderang 'Perang' Hak Angket Pajak Dimulai, Siapa Menang?
Jakarta - Sejumlah fraksi di DPR akan bertarung siang ini guna menentukan hak angket kasus perpajakan. Beberapa fraksi sudah menyatakan sikapnya, sebagian lagi masih abu-abu. Siapakah yang bakal menang?
Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Widjaja memprediksi pertarungan bakal sengit dalam pemungutan suara. Sebab kekuatan yang ada saat ini nyaris berimbang.
Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS dan Hanura sudah resmi menyatakan sikapnya untuk mendukung hak angket. Jika digabungkan, suara yang terkumpul adalah 275 dari total 560 suara.
Sementara, dari kubu berlawanan adalah Partai Demokrat, PKB, dan PAN. Total suara yang bakal mereka peroleh jika digabungkan adalah 222 dari 560.
Nah, yang menarik adalah ke mana suara Gerindra dan PPP? Keduanya jika digabungkan akan mendapatkan suara 63. Cukup menentukan hasil keseluruhan pemungutan suara.
Hingga saat ini, sikap kedua partai tersebut masih belum jelas. Gerindra sempat mendukung hak angket di awal, namun di detik-detik terakhir ada perubahan. Sementara PPP belum juga ada keputusan resmi.
"Kata kuncinya ada di PPP dan Gerindra. Itu akan menentukan 51 persen di salah satu pihak. Tapi itu juga kalau hitung-hitungan 560 semua hadir," kata Yunarto saat berbincang dengan detikcom, Selasa (22/2/2011).
Dia memprediksi, lobi-lobi akan terus berjalan hingga proses pemungutan suara berlangsung. Meski begitu, dari kecenderungan terakhir, pihaknya menilai ada kemungkinan besar kubu Demokrat cs yang menang.
"Terutama dari sisi Gerindra. Kemungkinan lebih menguat pada penolakan, karena secara kualitatif lebih bernuansa politis," tegasnya.
Rapat paripurna rencananya dimulai pukul 09.00 WIB. Tampil sebagai pemimpin rapat adalah ketua DPR Marzuki Alie.
(mad/asp)
Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Widjaja memprediksi pertarungan bakal sengit dalam pemungutan suara. Sebab kekuatan yang ada saat ini nyaris berimbang.
Partai Golkar, PDI Perjuangan, PKS dan Hanura sudah resmi menyatakan sikapnya untuk mendukung hak angket. Jika digabungkan, suara yang terkumpul adalah 275 dari total 560 suara.
Sementara, dari kubu berlawanan adalah Partai Demokrat, PKB, dan PAN. Total suara yang bakal mereka peroleh jika digabungkan adalah 222 dari 560.
Nah, yang menarik adalah ke mana suara Gerindra dan PPP? Keduanya jika digabungkan akan mendapatkan suara 63. Cukup menentukan hasil keseluruhan pemungutan suara.
Hingga saat ini, sikap kedua partai tersebut masih belum jelas. Gerindra sempat mendukung hak angket di awal, namun di detik-detik terakhir ada perubahan. Sementara PPP belum juga ada keputusan resmi.
"Kata kuncinya ada di PPP dan Gerindra. Itu akan menentukan 51 persen di salah satu pihak. Tapi itu juga kalau hitung-hitungan 560 semua hadir," kata Yunarto saat berbincang dengan detikcom, Selasa (22/2/2011).
Dia memprediksi, lobi-lobi akan terus berjalan hingga proses pemungutan suara berlangsung. Meski begitu, dari kecenderungan terakhir, pihaknya menilai ada kemungkinan besar kubu Demokrat cs yang menang.
"Terutama dari sisi Gerindra. Kemungkinan lebih menguat pada penolakan, karena secara kualitatif lebih bernuansa politis," tegasnya.
Rapat paripurna rencananya dimulai pukul 09.00 WIB. Tampil sebagai pemimpin rapat adalah ketua DPR Marzuki Alie.
(mad/asp)
Langganan:
Postingan (Atom)